Sedulur-sedulur sekalian pernah mengumpat..?

Perbuatan yang satu ini ternyata merupakan perbuatan yang ringan untuk dilakukan tetapi memiliki dampak yang mengerikan.  Seringkali kita secara sadar melakukan umpatan,  hingga pada akhirnya perbuatan ini mengakar didalam mulut diantara gigi-geligi, mengendap di dalam hati, dan mengalir begitu saja di dalam otak .

Lalu apa yang terjadi selanjutnya..?  yang terjadi adalah budi daya mengumpat berkembang pesat dalam diri, mulut, hati dan otak tidak lagi memiliki kontrol dan mengumpat menjadi perbuatan yang biasa kita lakukan. Jangankan berfikir tentang dosa malah sering kali dilakukan dengan tanpa sadar dan penuh kegembiraan.

Allah SWT berfirman

ﻮﻻﻴﻐﺘﺏ ﺒﻌﺿﻜﻡ ﺒﻌﺿﺎ ﺃﻴﺤﺏ ﺃﺤﺪ ﻜﻡ ﺃﻦ ﻴﻜﻝ ﻟﺤﻡ ﺃﺨﻴﻪ ﻤﻴﺗﺎ ﻔﻜﺮ ﻫﺘﻤﻮﻩ                 ﺍﻟﺤﺟﺮﺍﻩ :  ١٢

Jangan sebagian  diantara sekalian kamu mengumpat yang lain. Senangkah salah seorang diantara kamu sekalian memakan daging saudaranya yang telah mati (bangkainya)? Maka kamu sekalian benci memakannya (QS.  Al-Hujurat : 12)

Sufyan Ats-Tsaurri pernah ditanya tentang sabda Rasulullah SAW:

ٳﻦﺍﷲ ﯿﻐﻀﺐ ﺃﻫﻞ ﺍﻠﺑﻴﺖ ﺍﻠﺤﻤﻴﻴﻦ

Sesungguhnya Allah SWT membenci ahli rumah yang suka makan daging( Hadist disebutkan oleh As-Sakhawi didalam Al-Maqoshidul Hasanah halaman 124 nomor 245, diriwayatkan oleh Ka`ab dan dikeluarkan Al-Baihaqi dalam Asy-Sya`bi )

Dia menjawab, “Orang-orang yang mengumpat orang lain adalah orang-orang yang memakan daging mereka.

Biar sedulur-sedulur sekalian sadar, dengan amat terpaksa…saya akan sampaikan beberapa kisah yang berhubungan dengan perbuatan mengumpat, sekaligus semoga bisa menjadikan koreksi untuk perbuatan yang kita lakukan selama ini dan masa yang akan datang, apakah kita termasuk pelaku perbuatan mengumpat..?

Karena dalam menyampaikan kisah-kisah ini saya sampaikan dengan  terpaksa, maka dengan segala kerendahan hati saya minta tolong..jangan sia-siakan tiap-tiap huruf yang saya ketik dengan tidak membacanya.

Dari Abu Hurairah r.a. diceritakan, ”Seorang laki-laki berdiri bersama Rasulullah SAW, yang sebelumnya dia duduk. Sebagaian kaum mengatakan,”Alangkah lemahnya Fulan.”  Setelah itu Rasulullah SAW bersabda,”Engkau telah memakan saudaramu dan engkau telah mengumpatnya.”

Bagaimana…masih mau mengumpat ????  coba pahami “Alangkah lemahnya Fulan”… Lanjut…

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Musa A.S, ”Barang siapa meninggal dunia dan bertobat dari umpatan, maka di adalah orang yang terakhir masuk surga. Barang siapa meninggal  dunia dan selalu mengumpat, maka dia adalah orang yang pertama masuk Neraka.”

Terakhir masuk Surga..? Pertama masuk Neraka…?

Sedulur-sedulur ..berikut ini ada kisah-kisah Sufi yang uapik bianget….Lanjut…

Menurut satu cerita, Ibrahim bin Adham pernah diundang dan beliau menghadirinya.  Mereka yang hadir menyebut orang yang tidak hadir. Mereka  mengatakan,” Orang yang tidak hadir adalah Tsuqil.” Ibrahim mengatakan, ”Inilah diriku yang membuatku demikian. Apabila saya menghadiri suatu tempat, orang-orang akan mengumpat.”  Setelah itu dia keluar dan tidak mau makan selama tiga hari.

Persoalan  mengumpat pernah diutarakan dihadapan Abdullah bin Mubarak. Dia mengatakan,”Seandainya saya disuruh mengumpat seseorang , maka saya akan mengumpat kedua orangtuaku karena mereka lebih berhak terhadap kebaikanku.”

Junaid mengatakan, ”Saya duduk didalam masjid Syauniziyah menunggu jenazah yang akan disholati. Demikian juga orang-orang Bagdad, tetapi mereka duduk berdasarkan kedudukan mereka. Setelah itu saya melihat orang fakir yang bekas ibadahnya kelihatan. Dia mengemis kepada orang lain. Saya bergumam pada diri sendiri, seandainya orang fakir itu berhias diri, tentu ia akan lebih tampan. Setelah itu saya pulang kerumah. Pada waktu malam dihadapanku terdengar suara wirid, berupa tangisan, sholat dan yang lainnya. Wirid itu dapat menundukkan semua wiridku. Ketika itu saya dalam keadaan antara bangun dan duduk, tapi sangat mengantuk sehingga saya tertidur. Dalam tidurku saya melihat orang fakir dipanggul oleh beberapa orang dan diletakkan diatas singgasana yang luas. Mereka mengatakan kepadaku,”Makanlah dagingnya karena engkau telah mengumpatnya.”  Saya teringat tentang peristiwa itu. Saya mengatakan,  ”Saya tidak mengumpatnya, saya hanya bergumam pada diri sendiri.”  Mereka mengatakan, ”Engkau tidak termasuk orang yang direlakan dengan sesamanya. Oleh karena itu pergilah dan meminta maaf kepadanya.”  Saya sangat kebingungan.  Suatu saat saya dapat melihatnya disuatu tempat yang apabila air mengalir dia dapat memperoleh daun-daun yang telah jatuh dari pohon ketika ia disiram. Setelah itu saya mengucapkan salam kepadanya. Dia bertanya kepadaku,  ”Apakah engkau masih membiasakan diri mengumpat?”  Saya menjawab, ”Tidak.”  Dia mengatakan, “Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni kita.

Abu Ja`far Al-Balkhi mengatakan,“Dihadapan kami terdapat seorang pemuda dari penduduk Balkhi. Dia berijtihad dan beribadah. Hanya saja dia selalu mengumpat orang lain. Dia mengatakan, “Fulan seperti ini dan itu.”  Suatu hari saya melihatnya. Dia keluar dari samping para waria yang berjumlah seratus . Pekerjaannya sebagai tukang cuci. Saya bertanya, “Apa kabarmu?” Dia menjawab, “Ada kejadian yang menimpaku.”  Setelah itu saya mengatakan, “Saya pernah mendapatkan cobaan karena meremehkan waria. Oleh karena itu. Saya membatui mereka. Sekarang semua peristiwa itu berlalu. Untuk itu berdoalah kepada Allah SWT, agar Dia memberikan Rahmat kepadaku.”

Menurut yang lain, catatan catatan buku seorang hamba akan didatangkan dihari kiamat,. Dia tidak melihat  kebaikannya seraya bertanya, ”Dimana shalatku, puasaku, dan taatku?”. Dijawab,  “Semua perbuatan baikmu telah hilang karena engkau mengumpat orang lain.

Coba renungkan kisah-kisah diatas….

Lalu bagaimana dengan orang yang di umpat…?  Sedulur sekalian ndak perlu sedih, ini segera disajikan…lanjut….

Menurut satu pendapat,  catatan buku perbuatan seseorang akan diberikan. Dia akan melihat  kebaikan yang belum pernah ia kerjakan . Setelah itu dia diberi tahu, ini adalah perbuatan baikmu karena engkau telah diumpat oleh orang lain sedangkan engkau tidak merasa.

Sedang yang lain berpendapat, barangsiapa diumpat oleh orang lain, maka Allah SWT akan mengampuni separuh dosa-dosanya.

Wallahua`lamu

Demikian, semoga dapat bermanfaat. Urip mung sepisan, awal kehidupan yang sebenarnya adalah kematian..Bondho, pangkat, jabatan ra` digowo Mati, mulakno ojo podho kemaki. Ojo podho Dumeh..Dumeh sugih, dumeh jabatan penting, dumeh pangkat duwur iso sak kepenakke udele dewe, opo podho rak eling ?  yen kabeh menungso bakale Mati. Ngopo, kok podho seneng gawe larane, susahe wong liyo…?