Islam telah mengatur secara komplit dan jelas perihal hutang-piutang. Diperbolehkannya hutang-piutang seharusnya tidak menjadikan manusia buta dan membutakan diri terhadap ketetapan hukum yang berlaku dalam Islam. Prinsip dasar yang menjadikan masalah hutang-piutang menjadi maslahat adalah jangan seseorang berhutang jika tidak tahu kapan bisa mengembalikan, dan jangan memberi hutang jika tidak ada keikhlasan untuk tidak dikembalikan.

Di zaman sekarang ini semua orang cenderung berprilaku bodoh dengan  menjerumusakan diri dalam kubangan hutang. Sombong, iri, egois, ingin dilihat wah..dll ternyata banyak membawa manusia kedalam kehancuran. Banyak kita temui sekarang ini seseorang berhutang karena malu menyandang predikat manusia sederhana, padahal bukankah Rasulullah SAW sendiri adalah pribadi yang sangat sederhana ???

Jika Rasullulah SAW tauladan kita adalah pribadi yang penuh dengan kesederhanaan, mengapa kita malu menyandang predikat manusia yang sederhana ? Sangat jelaslah, bahwa segala macam bentuk ketidaksederhanaan bukanlah tauladan dari Rasullulah SAW. Apa akibatnya jika manusia tidak menauladani Beliau, Rasulullah SAW ? Dapat dipastikan rusaklah kehidupan dunia dan akhirat mereka.

Keterpurukan yang manusia sendiri lakukan, mendorong manusia untuk berprilaku menyimpang. Menyekutukan Allah, meminta pertolongan kepada selain Allah atau berbuat  Syirik,  ternyata perbuatan syirik sebagian besar  berawal dari masalah hutang-piutang. Mereka mendatangi tempat-tempat keramat, kuburan, mendatangi dukun/ orang pintar/ bahkan kyai yang berprofesi sebagai dukun/ paranormal untuk meminta pertolongan dalam menyelesaikan masalah hutang-piutang mereka. Semoga kita semua terhindar dari kesyirikan.

Hanya kepada Allah SWT kami menyembah dan hanya kepada Allah SWT kami memohon pertolongan. Agar dapat melunasi hutang kita amalkan do`a yang sesuai tuntunan  Rasulullah SAW berikut :

ﺍﻠﻠﻬﻡ ﺍﻜﻔﻨﻲ ﺑﺤﻼ ﻟﻚ ﻋﻦ ﺤﺮﺍﻤﻚ ﻭﺃﻏﻨﻨﻲ ﺑﻔﻀﻟﻚ ﻋﻤﻦ ﺴﻮﺍﻚ

Ya Allah, cukupilah aku dengan (rezeki)-Mu yang halal ( hingga aku terhindar) dari yang haram. Kayakanlah aku dengan kenikmatan-Mu (hingga aku tidak minta kepada) selain-Mu.” 1

ﺍﻠﻠﻬﻡ ٳﻨﻲ ﺃﻋﻮﺬ  ﺒﻚ ﻤﻥ ﺍﻠﻬﻡ ﻮﺍﻠﺤﺰﻦ، ﻮﺍﻠﻌﺠﺯ ﻮﺍﻠﻜﺴﻞ، ﻮﺍﻠﺑﺨﻞ ﻮﺍﻠﺠﺑﻦ، ﻮﻀﻟﻊ ﺍﻠﺪ ﻴﻦ ﻮﻏﻟﺑﺔ ﺍﻠﺮﺟﺎﻝ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh kesah dan rasa sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat bakhil dan penakut, dari cengkraman utang dan laki-laki yang menindas-(ku).” 2

LIHAT

1.       H.R Tirmidzi 5/560, lihat Shahih Tirmidzi 3/180

2.       H.R Bukhari 7/158, “ Adalah Rasulullah memperbanyak (membaca) doa            ini, lihat Bukhari dalam Fathul baari 11/173

NB : Mohon maaf, hadist diatas tidak sempat  kami harokat_i. Dan untuk membantu membacanya kami tulis dalam teks BI:

1. Allohummakfinii bikhalaalika `an kharoomika wa aghnanii bi fadhlika `amman siwaaka

2. Allohumma inni `auudzubika minal hammi wal khazani, wal ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola`idaini wa gholabatirrijaali