AIR MULUT ORANG KAFIR

T : Bolehkah kita bawa sholat pakaian yang disetrika oleh orang china dengan semburan air mulutnya lebih dahulu ?

J : Tidak ada keterangan satupun  dari Qur’an atau Hadist, yang mengatakan mulut atau air liur orang kafir itu najis, walaupun Ia memakan babi.

Oleh sebab itu, sudah tentu pakaian yang digosok dengan semburan air mulutnya itu, tidak najis buat dibawa sembahyang.Tetapi kalau merasa jijik atau geli itu lain perkaranya.

____________________

MUSYRIK TAK NAJIS

Soal :  S. Al-Bara-ah ayat 28, bunyinya :

اِنَّمَاالْمُشْرِكُوْنَجَسٌ

Betulkah artinya itu bahwa orang-orang musyrik itu tidak lain, melainkan najis (badannya) ?

Kalau betul, mengapakah dibenarkan kita kawin kepada perempuan Yahudi dan Nasrani?

Jawab : Betul ayat itu berarti bahwa : Orang- orang musyrik itu tidak lain melainkan najis, tetapi menurut beberapa hadist teranglah bahwa yang dimaksudkan disini najis i’tiqad, najis perangai, bukan najis badan.

Adapun perempuan Yahudi dan Nasrani itu tidak dipandang najis dan tidak dihukum musyrik oleh Islam.

____________________

HUKUM KULIT BANGKAI

T : Apakah benar kulit bangkai Babi ataupun lainnya, tidak suci, kalau belum disamak?

J : Benar, maksudnya kulit bangkai yang belum disamak itu, hukumnya najis, kalau hendak digunakan sebagai tempat minum, maka harus disamak lebih dahulu karena kalau digunakan untuk taruh air maka akan berpisah zat-zat, seperti gemuknya atau lendirnya dari kulit ke air.

Maka yang meminum air itu berarti memakan bangkai.

Tetapi kalau kulit itu kena di badan dan sebagainya maka yang kena itu tidak wajib di cuci.

____________________

HUKUM SISA MAKANAN ANJING

T : Apa keterangan tentang haram dimakan dan diminum sesuatu makanan atau minuman yang disisai oleh anjing?

J : Dalam sabda Rasulullah S.A.W :

اذاشر ب الكلب في اناءاحدكم فليعسله سبعا

Artinya : “…Apabila anjing meminum di bejana seorang daripada kamu, hendaklah Ia cuci bejana itu tujuh kali”

Dalam hadist tersebut hanya menerangkan supaya mencuci bejananya saja bila bejana itu akan kita pakai, namun tidak menjelaskan apakah boleh dimakan sisa makanannya.

Namun alasan mengapa harus dicuci bejana itu, karena terkena air liur anjing tersebut, yang pastinya juga sisanya pun kita tak boleh memakannya.

____________________

BERSENTUH KULIT DENGAN ANJING DAN BABI YANG BASAH

T : Apakah hukumnya kalau bersentuh kulit dengan anjing atau babi yang basah, wajibkah dibasuh?

J : Adapun babi ataupun anjing menurut Al-Qur’an haram dimakan, tetapi tidak ada keterangan yang mengatakan najisnya.

Firman Allah :

حرمت عليكم الميته و الدم ولحم الخنزير

Artinya : Diharamkan atas kamu bangkai, darah, dan daging babi

(Q. Al-Maidah 4)

Haram itu tidak menunjukkan kepada najisnya. Begitu pula arak dan lainnya barang makanan dan minuman yang haram. Yaitu seperti racun umpamanya, haram dimakan, tetapi tidak najis buat dipegang.

Adapun tentang anjing para Ulama mengatakan:

  1. Anjing itu najis sekalian badannya
  2. Suci, sekalian badannya
  3. Najis air liurnya

Sungguh pun kita tidak mempermasalahkan perbedaan para Ulama itu, namun kita harus tetap berpegang pada Qur-an dan hadist. Oleh karena itu kita tidak berani mengatakan itu najis atau tidak, sebelum ada keterangan dari Allah dan RasulNya.

Dalam Islam ada azas, bahwa suatu barang itu asalnya suci dan halal, maka tidak harus kita katakan najis atau haram, kalau tidak ada keterangan yang mengharamkan atau menajiskannya.

Firman Allah :

وقدفصل لكم ماحرم حليكم

Artinya : Sesungguhnya Allah telah menyatakan kepada kamu apa-apa yang Ia haramkan atas kamu

(Q. Al-An’am, 119)

Adapun tentang hadist :

ظهوراءاحدكم اذاو لخ فيه الكاب ان يغسله سبح مرات او لا هن بالتراب

Artinya : Bersihkan bejana salah seorang daripada kamu, apabila dijilat oleh anjing, ialah dengan dicuci tiga kali, yang mula-mulanya dengan tanah.

(H.S.R. muslim)

Pendeknya bahwa babi itu haram atau najis buat di makan.

Kalau daging babi kena di badan kita, tidak ada keterangan tentang wajib mencucinya. Adapun air yang disisai oleh mulut anjing itu, wajib dibuang, dan tempat air itu wajib dicuci.