Abdullah Al-Abhari

Posted on 30 April 2010 by istri 

Abdullah Al-Abhari namanya adalah Abu Bakar Abdullah Bin Thahir Al- Abhari, diantara mutiara nasehatnya “ Barang siapa yang memberi seorang fakir, janganlah karena kefakirannya. Jika kalau begitu, berikanlah sebatas keperluannya

Diarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

Ruwaim Bin Ahmad

Posted on 1 Mei 2010 by istri

Beliau memberikan  5 nasehat diantara

  • Hakim yang bijaksana adalah memberikan kelonggaran hukum pada orang lain, mempersulit hukum pada dirinya sendiri. Memberikan kelonggaran hukum pada orang lain termasuk ilmu, dan mempersulit hukum pada diri sendiri termasuk wara’
  • Masalah tasawuf tidak dapat dicapai kecuali dengan mencurahkan jiwa, jika tidak janganlah menyelam dalam tasawufmu yang tiada guna
  • Bergaul dengan segala lapisan manusia membuatmu lebih aman daripada bergaul dengan orang-orang sufi saja.Karena kebanyakan orang berperilaku sesuai dengan garis hukum, sedangkan kelompok sufi berperilaku diatas prinsip hakikat. Orang-orang pada umumnya hanya menuntut zhahirnya syarak,sedangkan pada sufi menuntut diri mereka pada hakikat wara’ dan menetapi ketulusan.Barang siapa yang memasuki dunia mereka dan mengingkari apa yang mereka hakikatkan, maka ALLAH akan mencabut iman dari hatinya.
  • Jika ALLAH memberimu kemampuan untuk memberi  nasehat dan mengamalkannya, lalu saya mengambilnya, hal itu adalah nikmat. Jika saya melaksanakannya sedangkan engkau sendiri tidak mengamalkannya, hal itu adalah musibah bagimu. Jika kamu tidak punya nasehat juga tidak berbuat benar, hal itu adalah siksaan.

Diarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai: 

Abu Nasr As-Siraj Ath-Thusi

Posted on 29 April 2010 by istriBerkata, “Sopan santun dalam pergaulan manusia ada tiga tingkatan. Orang-orang ahli dunia kebanyakan Adab mereka adalah tutur kata yang fasih, indah, menjaga pengetahuan, menjaga nama-nama raja dan kemasyhuran bangsa Arab. Sedangkan orang-orang ahli Agama kebanyakan Adab mereka adalah melatih jiwa, mendidik anggota tubuh, menjaga batas-batas hukum, dan meninggalkan hawa nafsu. Adapun orang-orang khusus, kebanyakan Adab mereka adalah kesucian hati, menjaga rahasia, menepati janji, menjaga waktu, jarang terpengaruh oleh kondisi buruk, bersopan-santun dihadapan Allah waktu bermunajat, dan mendekatkan diri.”

Diarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai: Abu Nasr As-Siraj Ath-Thusi

Al-Jalajili Al-Bashri

Posted on 28 April 2010 by istri

Berkata, ”Tauhid itu selalu berbarengan dengan Iman. Barangsiapa yang tidak punya Iman, maka ia tidak punya Tauhid. Iman berbarengan dengan Syariat. Barangsiapa yang tidak punya Syariat, maka ia tidak punya Iman dan juga tidak punya Tauhid. Syariat itu selalu bebarengan dengan Adab ( tata karma ). Barangsiapa yang tidak punya Adab, maka ia tidak punya Syariat, tidak punya Iman, dan tidak punya Tauhid.”

Diarsipkan di bawah:  SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

Abu Hamzah Al-Bazzar

Posted on 1 Mei 2010 by istri

“Barang siapa mengetahui jalan kebenaran maka ia akan mudah menempuhnya,yaitu jalan mengantarkan kepada ALLAH dengan mengikuti perilaku, perbuatan, dan sabda-sabda Rasulullah SAW, maka ia akan selamat dari tiga bencana ; Perut yang kosong disertai sikap batin yang qana’ah, kemiskinan yang disertai sikap zuhud, dan ketabahan yang disertai sikap keabadian zikir.

Diarsipkan di bawah:  SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

Abu Khair Al-Aqtha’

Posted on 1 Mei 2010 by istri

Mengajarkan “Seseorang tidak akan mencapai kemuliaan kecuali dengan rajin beribadah, berakhlak mulia, melaksanakan kewajiban-kewajiban, dan bergaul dengan orang-orang sholeh.”

Diarsipkan di bawah:  SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

Ahmad Al-Anthaki

Posted on 1 Mei 2010 by istri

Mutiara hikmahnya “Jika kamu ingin memperbaiki hatimu,  jagalah lidahmu”

DIarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

Abu Khair Al-Aqtha’

Posted on 1 Mei 2010 by istri

Mengajarkan “Seseorang tidak akan mencapai kemuliaan kecuali dengan rajin beribadah, berakhlak mulia, melaksanakan kewajiban-kewajiban, dan bergaul dengan orang-orang sholeh.”

Diarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai:

SAMUDERA HIKMAH

Posted on 9 Mei 2010 by istri 

Sedulur-sedulur sekalian pernah mengumpat..?

Perbuatan yang satu ini ternyata merupakan perbuatan yang ringan untuk dilakukan tetapi memiliki dampak yang mengerikan.  Seringkali kita secara sadar melakukan umpatan,  hingga pada akhirnya perbuatan ini mengakar didalam mulut diantara gigi-geligi, mengendap di dalam hati, dan mengalir begitu saja di dalam otak .

Lalu apa yang terjadi selanjutnya..?

Yang terjadi adalah budi daya mengumpat berkembang pesat dalam diri, mulut, hati dan otak tidak lagi memiliki kontrol dan mengumpat menjadi perbuatan yang biasa kita lakukan. Jangankan berfikir tentang dosa malah sering kali dilakukan dengan tanpa sadar dan penuh kegembiraan.

Allah SWT berfirman

ﻮﻻﻴﻐﺘﺏ ﺒﻌﺿﻜﻡ ﺒﻌﺿﺎ ﺃﻴﺤﺏ ﺃﺤﺪ ﻜﻡ ﺃﻦ ﻴﻜﻝ ﻟﺤﻡ ﺃﺨﻴﻪ ﻤﻴﺗﺎ ﻔﻜﺮ ﻫﺘﻤﻮﻩ                 ﺍﻟﺤﺟﺮﺍﻩ :  ١٢

Jangan sebagian  diantara sekalian kamu mengumpat yang lain. Senangkah salah seorang diantara kamu sekalian memakan daging saudaranya yang telah mati (bangkainya)? Maka kamu sekalian benci memakannya (QS.  Al-Hujurat : 12)

Sufyan Ats-Tsaurri pernah ditanya tentang sabda Rasulullah SAW:

ٳﻦﺍﷲ ﯿﻐﻀﺐ ﺃﻫﻞ ﺍﻠﺑﻴﺖ ﺍﻠﺤﻤﻴﻴﻦ

Sesungguhnya Allah SWT membenci ahli rumah yang suka makan daging( Hadist disebutkan oleh As-Sakhawi didalam Al-Maqoshidul Hasanah halaman 124 nomor 245, diriwayatkan oleh Ka`ab dan dikeluarkan Al-Baihaqi dalam Asy-Sya`bi )

Dia menjawab, “Orang-orang yang mengumpat orang lain adalah orang-orang yang memakan daging mereka.

Biar sedulur-sedulur sekalian sadar, dengan amat terpaksa…saya akan sampaikan beberapa kisah yang berhubungan dengan perbuatan mengumpat, sekaligus semoga bisa menjadikan koreksi untuk perbuatan yang kita lakukan selama ini dan masa yang akan datang, apakah kita termasuk pelaku perbuatan mengumpat..?

Karena dalam menyampaikan kisah-kisah ini saya sampaikan dengan  terpaksa, maka dengan segala kerendahan hati saya minta tolong..jangan sia-siakan tiap-tiap huruf yang saya ketik dengan tidak membacanya.

Dari Abu Hurairah r.a. diceritakan, ”Seorang laki-laki berdiri bersama Rasulullah SAW, yang sebelumnya dia duduk. Sebagaian kaum mengatakan,”Alangkah lemahnya Fulan.”  Setelah itu Rasulullah SAW bersabda,”Engkau telah memakan saudaramu dan engkau telah mengumpatnya.”

Bagaimana…masih mau mengumpat ????  coba pahami “Alangkah lemahnya Fulan”… Lanjut…

Allah SWT menurunkan wahyu kepada Nabi Musa A.S, ”Barang siapa meninggal dunia dan bertobat dari umpatan, maka di adalah orang yang terakhir masuk surga. Barang siapa meninggal  dunia dan selalu mengumpat, maka dia adalah orang yang pertama masuk Neraka.”

Terakhir masuk Surga..? Pertama masuk Neraka…?

Sedulur-sedulur ..berikut ini ada kisah-kisah Sufi yang uapik bianget….Lanjut…

Menurut satu cerita, Ibrahim bin Adham pernah diundang dan beliau menghadirinya.  Mereka yang hadir menyebut orang yang tidak hadir. Mereka  mengatakan,” Orang yang tidak hadir adalah Tsuqil.” Ibrahim mengatakan, ”Inilah diriku yang membuatku demikian. Apabila saya menghadiri suatu tempat, orang-orang akan mengumpat.”  Setelah itu dia keluar dan tidak mau makan selama tiga hari.

Persoalan  mengumpat pernah diutarakan dihadapan Abdullah bin Mubarak. Dia mengatakan,”Seandainya saya disuruh mengumpat seseorang , maka saya akan mengumpat kedua orangtuaku karena mereka lebih berhak terhadap kebaikanku.”

Junaid mengatakan, ”Saya duduk didalam masjid Syauniziyah menunggu jenazah yang akan disholati. Demikian juga orang-orang Bagdad, tetapi mereka duduk berdasarkan kedudukan mereka. Setelah itu saya melihat orang fakir yang bekas ibadahnya kelihatan. Dia mengemis kepada orang lain. Saya bergumam pada diri sendiri, seandainya orang fakir itu berhias diri, tentu ia akan lebih tampan. Setelah itu saya pulang kerumah. Pada waktu malam dihadapanku terdengar suara wirid, berupa tangisan, sholat dan yang lainnya. Wirid itu dapat menundukkan semua wiridku. Ketika itu saya dalam keadaan antara bangun dan duduk, tapi sangat mengantuk sehingga saya tertidur. Dalam tidurku saya melihat orang fakir dipanggul oleh beberapa orang dan diletakkan diatas singgasana yang luas. Mereka mengatakan kepadaku,”Makanlah dagingnya karena engkau telah mengumpatnya.”  Saya teringat tentang peristiwa itu. Saya mengatakan,  ”Saya tidak mengumpatnya, saya hanya bergumam pada diri sendiri.”  Mereka mengatakan, ”Engkau tidak termasuk orang yang direlakan dengan sesamanya. Oleh karena itu pergilah dan meminta maaf kepadanya.”  Saya sangat kebingungan.  Suatu saat saya dapat melihatnya disuatu tempat yang apabila air mengalir dia dapat memperoleh daun-daun yang telah jatuh dari pohon ketika ia disiram. Setelah itu saya mengucapkan salam kepadanya. Dia bertanya kepadaku,  ”Apakah engkau masih membiasakan diri mengumpat?”  Saya menjawab, ”Tidak.”  Dia mengatakan, “Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni kita.

Abu Ja`far Al-Balkhi mengatakan,“Dihadapan kami terdapat seorang pemuda dari penduduk Balkhi. Dia berijtihad dan beribadah. Hanya saja dia selalu mengumpat orang lain. Dia mengatakan, “Fulan seperti ini dan itu.”  Suatu hari saya melihatnya. Dia keluar dari samping para waria yang berjumlah seratus . Pekerjaannya sebagai tukang cuci. Saya bertanya, “Apa kabarmu?” Dia menjawab, “Ada kejadian yang menimpaku.”  Setelah itu saya mengatakan, “Saya pernah mendapatkan cobaan karena meremehkan waria. Oleh karena itu. Saya membatui mereka. Sekarang semua peristiwa itu berlalu. Untuk itu berdoalah kepada Allah SWT, agar Dia memberikan Rahmat kepadaku.”

Menurut yang lain, catatan catatan buku seorang hamba akan didatangkan dihari kiamat,. Dia tidak melihat  kebaikannya seraya bertanya, ”Dimana shalatku, puasaku, dan taatku?”. Dijawab,  “Semua perbuatan baikmu telah hilang karena engkau mengumpat orang lain.

Coba renungkan kisah-kisah diatas….

Lalu bagaimana dengan orang yang di umpat…?

Sedulur sekalian ndak perlu sedih, ini segera disajikan…lanjut….

Menurut satu pendapat,  catatan buku perbuatan seseorang akan diberikan. Dia akan melihat  kebaikan yang belum pernah ia kerjakan . Setelah itu dia diberi tahu, ini adalah perbuatan baikmu karena engkau telah diumpat oleh orang lain sedangkan engkau tidak merasa.

Sedang yang lain berpendapat, barangsiapa diumpat oleh orang lain, maka Allah SWT akan mengampuni separuh dosa-dosanya.

Wallahua`lamu

Demikian, semoga dapat bermanfaat. Urip mung sepisan, awal kehidupan yang sebenarnya adalah kematian..Bondho, pangkat, jabatan ra` digowo Mati, mulakno ojo podho kemaki. Ojo podho Dumeh..Dumeh sugih, dumeh jabatan penting, dumeh pangkat duwur iso sak kepenakke udele dewe, opo podho rak eling ?  yen kabeh menungso bakale Mati. Ngopo, kok podho seneng gawe larane, susahe wong liyo…?

Diarsipkan di bawah: SAMUDERA HIKMAH | Ditandai: , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s